MANAJEMEN STRATEGI PADA STAR UP GOJEK

  


Oleh : Seltika, Mahasiswi Manajemen Bisnis Syariah, STEI SEBI

 Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanan gagasan,perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu. Go-jek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jesa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh nadiem makarim. Saat ini, gojek telah tesedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan juni 2016, aplikasi gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di google play pada sistem operasi android. 

 Cara menetukan Strategi pada star up gojek : 

 a) Ketika menemukan ide atau cara baru jangan terburu buru mencoba, tetapi analisis dan pastikan apakah dapat menyelesaikan masalah atau sebaliknya 

b) Membuat visi misi dan mengkomunikasikan dengan karyawan, secara langsung maupun tidak 

c) Jangan terfokus pada kesuksesan orang lain tetapi fokus pada penyelesaian masalah 

d) Temukan inti masalah dan cari solusinya, otomatis keuntungan akan ikut mengalir dengan syarat perusahaan mampu mengelola dengan baik 

e) Komunitas bukan masalah tetapi komunikasi membuat penyelesaian dalam masalah 

f) Dengan membangun komunikasi yang baik dapat mengeluarkan inovasi 

g) Berkomunikasi kepada seuruh karyawan perusahaan menggunakan metode OKR (Objektive dan key result) tujuan dan hasil utama agar mereka tau tujuan dan target h) 1 orang yang ahli lebih baik dibandingkan 10 orang biasa 

i) Terus belajar, mental diperkuat dan mempelajari peramalan situasi dari 8-12 bulan kedepan 

j) Bekerja sama dengan tim akan lebih mudah menghadapi dan mengatasi masalah 

k) Menjadi tim yang kompak. 

l) Satu pemikiran dengan tim m) Fokus pada masalah agar konsentrasi tidak buyar kepada masalah lainnya Berikut adalah point yang bisa kita ambil: 

 a) Terkadang merawat dengan cara yang menurutmu tidak tepat akan membawa Anda pada hasil yang lebih optimal 

b) Interaksi dan tatap muka tidak hanya penting untuk penyelarasan tapi masukan utamanya adalah agar pekerjaan bisa diselesaikan harus ada kepercayaan antara engineering dan produk, karena jika tidak melihat kelapangan tingkat kepercayaan akan rendah dalam hal-hal yang sangat dikeritisi oleh tim oprasional. 

c) Membangun empati yang sama dalam tim 

d) Keingintahuan intelektual karena terkadang terlalu peduli atau empati saja tidak memberikan hasil lebih 

e) Empati konstruktif (emosional) dan empati reaktif (reflektif, bijak) yang harus dibedakan 

f) Untuk menumbuhkan empati yang semakin menurun akibat tanggung jawab yang semakin tinggi adalah kepercayaan dam misi, karena saat tanggung jawabnya semakin bertambah maka misisnya akan lebih besar. Dalam tim kepercayaan bukan diukur dengan kebaikan tetapi mumpuni dan andal.

Komentar