Oleh : Adilah Raihana Putri. S, Mahasiswi Manajemen Bisnis Syariah STEI
SEBI, Depok.
Negosiasi menjadi aktifitas yang sering dilakukan oleh
manusia, karna manusia merupakan makhluk sosial, segala aktifitas dari berbagai
aspek biasanya memiliki hal yang perlu di negosiasikan, bahkan hal-hal terkecil
pun, negosiasi akan menghasilkan suatu keputusan yang efektif dalam aktifitas
yang dilakukan. Negosiasi juga menjadi penyatu dua perbedaan antar pihak kita
dan pihak lain, sehingga butuh yang namanya keberanian, kreatifitas dan
keseimbangan dalam melakukan negosiasi.
Ada 3 prinsip dalam mengambil keputusan :
·
Keberanian untuk bersikap rasional = ada proses obyektif
·
Berpikir kreatif = memahami dan menghadapi kompleksitas
masalah
·
Keseimbangan dalam penilaian = mencari alternatif terbaik
Manusia diberikan fitrah dalam berpikir secara realistis
dan logika, jutaan manusia dibumi memiliki kepribadian yang berbeda-beda,
bahkan ketika melakukan negosiasi, kepribadian adalah salah satu hal yang
terlihat atau menonjol, sehingga menilai seseorang ketika bernegosiasi adalah
hal yang spontan terjadi, agar kita dapat memutuskan secara pribadi bagaimana
langkah yang tepat dalam mengambil keputusan.
Berani adalah memiliki hati yang mantap dan rasa percaya
diri yang besar dalam menghadapi masalah, kesulitan dan lainnya agar tidak
takut, dalam bernegosiasi perlunya kita menyampaikan pandangan dari kita
terkait permasalahan yang dihadapi, tetapi terkadang justru menjadi enggan
menyampaikannya karna kurangnya keberanian dalam meyampaikan pendapat tersebut,
berani yang digunakan dalam negosiasi adalah berani bersikap rasional,
menyampaikan sesuatu dengan bukti yang kuat, untuk menyampaikan pemikiran
rasional membutuhkan kepercayaan yang sangat jelas dan terukur, sehingga ketika
menguji kepercayaan tersebut kita membutuhkan rasa berani dalam diri kita.
Biasanya tanda-tanda ketika kurangnya keberanian yaitu,
lebih suka melempar tanggung jawab, merasa bahwa pilihan nya paling terbaik dan
tidak mendengarkan pendapat orang lain, lalu banyak mencari alasan dengan orang
yang sepemikiran dengan kita (tidak berpikir secara luas), emosional ketika ada
yang bertanya mengenai keputusannya, dan terlalu berkomitmen dengan keputusan
sendiri atau tidak mau melihat pandangan orang lain. Semua ini disebabkan oleh
diri yang tidak bersikap berani secara rasional, sehingga menimbulkan hal-hal
yangtidak diinginkan. Tentunya hal-hal tersebut akan membuat kita tidak akan
menemukan titik terang untuk mengambil keputusan.
Lalu bagaimana agar kita lebih berani, berikut adalah
kiat agar lebih berani :
1.
Konsentrasi untuk mengikuti proses pengambilan keputusan
daripada fokus pada konsekuensi dari keputusan tersebut
2.
Orientasi pada proses mewajibkan kita untuk bertanggung
jawab dalam menghadapi keputusan dengan informasi yang tepat tanpa harus fokus
dalam memikirkan hasil yang baik dari keputusan tersebut
Selanjutnya adalah berpikir Kreatif, kreatif adalah proses mental yang melibatkan permunculan gagasan atau anggitan baru, atau hubungan antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.
ada beberapa faktor yang menyebabkan kita menjadi tertutup oleh ide baru atau kurang berpikir kreatif, yaitu merasa persediaan ide sudah habis, takut dalam mencoba ha baru, dan merasa jenuh dengan lingkungan sekitar.
John Cleese, Komedian Inggris mengatakan untuk membnagun kreatifitas dalam bernegosiasi perlunya melakukan beberapa hal sebagai berikut :
1.
Berpikir secara santai dan rileks
2.
Membedakan kegiatan kreatifitas dengan kegiatan
sehari-hari
3.
Dalam menentukan pilihan, cobalah untuk berpikir secara
teliti dan tidak terburu-buru, berilah waktu berpikir 1,5 jam.
Buatlah aktivitas berpikir yang menantang dengan berbagai
macam variasi stimulus dan Menghubungkan ide baru pada problem yang ada.
Sehingga kita dapat melihat dan memahami masalah secara kompleks.
Dan yang terakhir keseimbangan dalam penilaian, ketika
melakukan negosiasi, banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil
keputusan yang tepat dan mengukur berbagai pilihan dari berbagai faktor, ketika
kita merealisasikan kreatifitas dalam negosiasi dan menghasilkan banyak
pilihan-pilihan dari hasilkreatifitas, maka pertimbangan yang seimbang, yang
akan mengevaluasi pilihan-pilihan tersebut.
Ada beberapa Ciri-ciri
kurangnya pertimbangan, yaitu :
-
Penundaan masalah
-
Pemikiran sederhana
-
Semua pertimbangan menunjuk ke opsi yang sama
-
Kebimbangan dalam mengambil keputusan
Kebimbangan dalam mengambil keputusan, biasanya
disebabkan karena kelebihan berpikir, sehingga membuat kita bingung bahkan
lelah dalam mempertimbangkan keputusan. Lalu bagaimana cara agar kita dapat
membangun pertimbangan yang seimbang ?
Ada 3 cara untuk membangun pertimbangan yang seimbang :
1.
Menggunakan External memory, mencatat apa saja
pertimbangan yang ada, sehingga kita punya waktu untuk memikirkan dengan
seimbang dari berbagai macam faktor
2.
Menggunakan Hot and Cold Decisions (Keputusan)
-
Hot ketika permasalahannya sangat penting dan ingin
cepat-cepat diselesaikan
-
Cold ketika permasalahan tidak menarik dan kurang
mendapatkan perhatian
3. Menggunakan Cognitive conflict, yaitu kondisi dimana tidak sesuainya antara struktur kognitif kita dengan informasi yang di dapat.

Komentar
Posting Komentar