Manajemen Strategi Bisnis Star Up

 


Oleh : Adilah Raihana Putri. S, Mahasiswi Manajemen Bisnis Syariah, STEI SEBI

      Sebutan Start up sudah tidak asing lagi di dengar oleh Masyarakat, khususnya orang-orang yang menggeluti bidang bisnis, pada bulan April tercatat 2.229 Perusahaan Start Up di Indonesia dan menduduki peringkat kelima diurutan negara dengan jumlah start up terbanyak. Tersedia nya peluang untuk membangun Perusahaan Start Up membuat masyarakat semakin tertarik untuk mencoba merintis usaha, apalagi tahun lalu Indonesia sempat di kejutkan dengan Drama Korea berjudul Start Up yang mengisahkan Perjalanan seorang untuk menggapai mimpinya membentuk Perusahaan. Kemudahan dalam menggunakan teknologi juga sangat membantu dalam menggembangkan bisnis Start Up. 

  Bisnis akan berjalan dengan baik, jika pengelolaannya terstruktur dan terorganisir, adapun target-target yang mesti dibuat agar lebih mudah dalam merencanakan segala hal yang bersangkut paut dengan bisnis. 

     Hal yang pertama dalam membentuk manajemen strategi bisnis yaitu, cari tau apakah yang dibutuhkan masyarakat, mencari tahu permasalahan apa yang bisa menjadi solusi dari permasalahan yang ada, dengan melakukan riset observasi terkait kebutuhan masyarakat. Disaat menciptakan suatu produk, beri nilai sendiri pada produk yang diciptakan, agar memudahkan kita dalam membentuk market fit. 

     Pentingnya menentukan visi dan misi dalam menjalankan usaha, agar setelah menentukan bisnis apa yang ingin di ciptakan, kita mempunya arah dan tujuan apa yang mesti dilakukan. 

      Bisnis akan sulit jika dilakukan sendiri, untuk itu perlunya memiliki partner atau karyawan yang akan memaksimalkan kegiatan penjualan, komunikasi sangat dibutuhkan dalam hal ini, komunikasi yang baik akan mendatangkan bisnis yang baik, saling mengkoordinisir dan saling mendukung satu sama lain. 

        Membahas mengenai teknologi, berbagai bisnis kini mulai beralih menggempar Media Sosialnya dengan Produk-produk yang dijual, segala peralatan yang dibutuhkan tersedia dimana saja, bahkan daerah terpencil pun, kekuatan teknologi dalam menggembangkan bisnis tidak perlu diragukan lagi, koneksi yang semakin luas semakin memudahkan para pembisnis dalam memasarkan produknya nya, namun semua akan berjalan dengan baik jika memiliki strategi yang baik pula. 

      Tidak semua orang mahir dalam menggunakan Teknologi, sehingga menjadi tantangan kita untuk memberikan pelayanan terbaik, penggunaan aplikasi salah satu nya adalah hal yang memudahkan para pembeli untuk mengakses produk yang kita jual, pentingnya menggunakan fitur yang mudah dan menarik agar para calon pembeli dapat dengan mudah menggunakannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun Start Up yang bisa dijadikan sebagai Manajemen strategi : 

1. Membangun Create Values dengan melihat apa yang customer butuhkan dan punya nilai sendiri yang diciptakan. 

2. Fokus pada visi bisnis sebelum fokus pada technical Engineering. 

3. Tes Produk 

 4. Menguatakan Bisnis Case 

 5. Mengukur Market Fit dengan cara membuat target yang apabila target tersebut berhasil dan konsisten, selanjutnya baru kita bisa membentuk sistem, aplikasinya dan lainnya. 

6. Sebagai Owner, Untuk menemukan Cofounder perlunya memiliki purpose yang jelas (objeknya) mencari persamaan dengan partner pendiri. Dan memiliki karakter serta kemampuan yang saling melengkapi. 

7. Masalah penyelarasan (tidak mendokumentasikan visi perusahaan) Satu hal spesifik yang paling bermasalah adalah komunikasi internal, yaitu mengkomunikasikan misi dan prioritas utama perusahaan. Kita perlu menyampaikan misi perusahaan dan menekankan pentingnya itu. ada cara komunikasi yang efektif dan konsisten untuk mengetahui pemahaman orang agar sama. Ketidakselarasan biasanya muncul saat ada ketergantungan, sebagai contoh : Seorang tim berkata, perusahaan menargetkan X tahun ini, untuk mewujudkan x maka kita harus bekerja bersama menyelesaikannya, dengan cara itu, jika semua orang selaras dan bekerja dengan strategi yang sama, mereka akan mudah mengerjakan fitur itu meskipun mereka sudah ada dalam keadaan siap dengan rencana pengerjaan yang matang dan upaya pendukung lain. Poin dari permasalahan tidak selaras yaitu dikarenakan perusahaan yang beroperasi tanpa OKR perusahaan, tanpa alat perencanaan yang terintergrasi sebagai rujukan yang mengakibatkan sebagian orang merasa diperlakukan tidak adil karena prioritasnya tidak didengar. 

8. Kita belajar bahwa memecahkan akar masalah pengguna membuka jalan untuk meghasilkan profit dan itu tergantung pada tingkat kematangan perusahaan, metode decoupling, yaitu saat kita memisahkan masalah, kita bisa melihat bidang yang difokuskan, dan bisa menciptkan pengalaman 10x lebih baik dala menyelesaikan masalah konsumen, ketika semuanya digabungkan, maka konsumen akan mendapatkan pengalaman yang terbaik 

9. Komunikasi tidak hanya sebagai alat penyelarasan, tetapi komunikasi juga menyingkap inovasi dan kreatifitas dari bawah ke atas. 

10. Pola pikir perekrutan, mencari orang tercerdas yang bisa mengeksekusi perintah kita, orang yang disiplin ,cerdas dan berpikir kritis. Saat individu dan perusahaan bertumbuh, hal ini menjadi penting, pelajarannya adalah mulai mencari orang yang akan bisa lebih baik dari kita. 

11. Dan terakhir berikanlah penghargaan bagi karyawan yang berprestasi. Hal ini akan membuat mereka merasa mendapatkan apresiasi dari kerja yang dilakukan, selain itu bisa menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja mereka selama ini. Bila tiap karyawan berlomba-lomba menjadi yang terbaik tentu akan membuat kinerja makin bergairah dan membuat akselerasi dalam bisnis startup.

Komentar