WORK FROM HOME : Apakah karyawan lebih Produktif atau tambah Malas?


Oleh : Nafila Amalia

Work from home sendiri dipercaya dapat meningkatkan motivasi kerja dan kreativitas seseorang. Mungkin, suasana kantor yang begitu-begitu saja terasa membosankan. Dengan bekerja dari rumah, yang mana tentunya memiliki perbedaan suasana dan pemandangan, bisa menjadi penyegar bagi karyawan yang sedang suntuk. Kini ada asumsi bahwa 'bekerja dari rumah' akan menjadi sesuatu yang normal bagi kebanyakan dari kita, terutama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa masyarakat di seluruh penjuru bumi menghadapi pandemi Covid-19. Beberapa pekerja akan mengerjakan tugas mereka dari rumah untuk pertama kalinya. Artinya, mereka berpeluang tidak produktif bekerja di lingkungan yang sama sekali baru. Namun ada sejumlah cara menyiasati persoalan itu, terutama mencegah Anda kebingungan. Strategi itu antara lain membuat meja kerja yang nyaman dan membuat saluran komunikasi yang mumpuni dengan rekan kerja. Baik karena virus corona atau bukan, kunci utama bekerja dari rumah adalah komunikasi yang jelas dengan atasan. Ketahuilah secara jelas perihal yang mereka tuntut dari Anda. Meski menggunakan sejumlah pendekatan ini, transisi kerja dari kantor ke rumah yang mendadak dan penuh paksaan sulit dihadapi oleh sekelompok orang. "Virus corona mendorong setiap orang masuk ke situasi kerja yang ekstrem dari rumah," ujar Nicholas Bloom, profesor ilmu ekonomi di Stanford University, Amerika Serikat. Bloom menyebut dua jenis pola kerja dari rumah, yaitu yang dalam jangka pendek atau situasional atau yang permanen. "Ini seperti membandingkan latihan ringan dengan persiapan marathon," tuturnya. Jadi, sebagian karyawan banyak yang mengeluh untuk work from home ini karna bahan atau yang aakan direncanakan itu lebih banyak berkomunikasi tatap muka dan fasilitas yang diberikan perusahannya kepada karyawan. 

Riau, 27 April 2020 




Komentar